RSS

BANYAK YANG TAK KUMENGERTI TENTANG HIDUP

banyak yang tak ku mengerti tentang hidup... tentang orang-orang di sekitarku, bahkan tentang diriku sendiri. dalam sebuah film pernah dikatakan, "manusia itu bukan mesin yang dibuat di pabrik. mereka terlalu spesial dan rumit. Apa tujuan hidup kita kita, keinginan hati kita , dan kelemahan kita, menunjukkan kita unik dan memiliki kualitas berbeda-beda. Kau harus mengamati cukup lama hanya untuk melihat garis luar mereka . bahkan untuk orang yang telah kita kenal sekian lama, kita masih saja belum mampu memahaminya."

ada cerita menarik yang kutemukan di sudut ibu kota. yang membuatku tak mampu berkata apa-apa bahkan untuk berpikir menyalahkan atau membenarkan siapa. malam itu aku dan temanku tengah berjalan kaki menuju mesjid agung di dekat tempat tinggalku. tanpa disangka kami bertemu dengan kakek tua yang berjalan tergopoh-gopoh dengan tongkatnya. kakek itu hampir saja jatuh tepat di depanku hingga ada seorang pria muda yang menolongnya. aku tak berani untuk melangkah mendahului kakek tersebut meskipun aku tak begitu nyaman karena berjalan terlalu pelan. saat berjalan itu lah seorang pria muda di sampingku berbisik, " mau kemana dek?? tolong papah kakeknya... takut jatuh." Yaa... aku juga memiliki kekhawatiran yang sama. apalagi melihat bajunya yang basah, kotor dan berbau tak sedap, aku rasa kakek tersebut sudah pernah jatuh sebelumnya.

akhirnya kuputuskan untuk bertanya hendak kemana si kakek itu pergi dan kupapah ia menuju tempat yang ia tunjuk.. baru berapa langkah kami berjalan, kami berpapasan dengan barisan pria paruh baya yang tengah asyik duduk menikmati kopinya. dengan lantangnya salah seorang dari mereka berkata padaku, "neng, udah gak usah di bantu si bapak mah.. udah biasa! neng meleng juga tar si bapaknya lari." ku balas saja dengan senyuman. temanku sudah mulai khawatir ada yang tidak beres dengan kakek tersebut... itu wajar mengingat banyak nya modus kejahatan di ibu kota.

kami putuskan untuk tetap berjalan. ku abaikan saja ucapan pria paruh baya tadi.. tapi ternyata hal aneh lainnya muncul... dari puluhan ojeg yang berderet di sepanjang jalan itu, tak ada satupun yang mau membawa sang kakek.. setiap kali di tanya, alasan mereka berbeda-beda.. ada yang sedang istirahat lah, sedang menunggu orang, dan yang tidak berani membawa pergi orang tua. aku sendiri akhirnya mulai heran dengan semua itu. temanku sudah memintaku untuk membiarkan saja sang kakek itu pergi sendiri.. tapi pikiranku masih saja belum menemukan titik temu. kalaupun memang seandainya si kakek ini penipu, apa memang yang sudah ia lakukan padaku? ia tak meminta uang? tak meminta secara resmi untuk di antarkan ataupun sekedar ongkos untuk ia pulang. intinya aku tak merasa di rugikan. tapi sikap semua orang di sekelilingku pun menimbulkan tanda tanya besar.

temanku yang penasaran akhirnya bertanya kepada salah seorang tukang ojeg di sana...
"pak, emang udah biasa lewat sini ya pak??"
"iya.. dah biasa si bapak itu mah. cuma saya gak berani bawa orang tua. takut jatuh.. soalnya dulu pernah bawa ibu-ibu, eh... di tengah jalan ia jatuh. kan kita juga yang repot."

apa karena alasan yang sama tukang ojeg yang lain juga menolak untuk membawanya?? atau kakek tersebut memang berbohong seperti yang di katakan oleh pria paruh baya sebelumnya? entahlah... sampai sekarang saja aku tak mengerti dengan semuanya.

yaaa... banyak yang tak ku mengerti tentang hidup... tentang orang-orang di sekitarku, bahkan tentang diriku sendiri.

aku jadi teringat potongan puisi almarhum W.S Rendra

Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan,
dan bukan ilmu latihan menguraikan.

Dasar keadilan di dalam pergaulan,
serta pengetahuan akan kelakuan manusia,
sebagai kelompok atau sebagai pribadi,
tidak dianggap sebagai ilmu yang perlu dikaji dan diuji.

Kenyataan di dunia menjadi remang-remang.
Gejala-gejala yang muncul lalu lalang, tidak bisa kita hubung-hubungkan.
Kita marah pada diri sendiri
Kita sebal terhadap masa depan.
Lalu akhirnya, menikmati masa bodoh dan santai.

Apakah yang terjadi di sekitarku ini ?
Karena tidak bisa kita tafsirkan,
lebih enak kita lari ke dalam puisi ganja.

Apakah artinya tanda-tanda yang rumit ini ?
Apakah ini ? Apakah ini ?
Ah, di dalam kemabukan,
wajah berdarah akan terlihat sebagai bulan.

*kutulis dalam kebimbangan (SKA)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

NYANYIAN ITU


Nina bobo oh nina bobo
Kalau tidak bobo digigit nyamuk

Suara perempuan setengah baya itu mulai tak mampu lagi aku raba. Bukan karena aku mulai meninggalkan alam nyata. Tapi karena nyanyian itu kini hanya sebuah kenangan lama. Kenangan yang sebelumnya menyenangkan namun kini berubah memilukan. Aku Bian. Seorang anak yang tak lagi menggemaskan di usiaku yang menginjak 7 tahun. Buktinya tak ada lagi pelukan atau sekedar ucapan sayang. Kini ibuku seperti sehelai bulu yang tak kunjung mendarat karena angin terus saja mempermainkannya. Akulah daratan itu. Daratan yang harap-harap cemas setiap kali sang bulu meliuk teramat dekat denganku, namun tiba-tiba ia pergi. Daratan dengan luapan rindu saat angin kencang datang membuat sang bulu harus merantau teramat jauh darinya.
Kuputar bola mataku untuk melihat sekeliling. Hanya ada ruang tamu dengan sofa warna hijau kesukaan ibuku yang terhubung dengan dapur yang teramat bersih karena tak pernah dipakai oleh pemiliknya. Tak ada hiasan dinding sama sekali. Membuat rumah ini terasa semakin luas untuk penghuni bernama kesendirian. Kututup semua jendela yang menghubungkanku dengan dunia luar. Hari sudah mulai gelap dan ibuku belum pulang seperti biasanya, meski hari ini bukanlah hari yang biasa.
oo0oo
Aku tak sadar matahari sudah pamit sedari tadi atau mungkin memang dia tak pernah pamit padaku. Kesibukanku bertatap muka dengan layar komputer selalu membuatku tak ingat waktu. Kulirik jam dinding yang suara detakannya mulai nyaring melawan sepi. Pukul Sembilan malam dan aku masih saja berkutat dengan satu persatu huruf di depanku. Kenyataan bahwa hidup yang dulu hanya kugenggam separuh itu kini seluruhnya benar-benar jatuh di pundakku setelah suamiku meninggal, membuatku harus bekerja lebih keras demi melanjutkan kehidupan. Karena itu, sudah hampir satu tahun ini aku selalu menerima tawaran lembur dan mengerjakan berbagai pekerjaan.
Kumatikan layar dan bersiap-siap untuk pulang. Namun disaat bersamaan satpam kantorku menghampiriku dengan membawa kotak kecil berwarna hitam.
“maaf bu, tadi ada anak kecil yang datang mengantar ini ke pos satpam. Katanya buat ibu.”
“Anak kecil? Siapa pak?”
“waah, saya gak tau bu. Tadi saya lupa tanya namanya.”
“Ya sudah kalau gitu. Makasih pak.”
 Tanpa menunggu jarum jam genap satu putaran, kubuka kotak kecil itu dan ku dapati secarik kertas di dalamnya.

Nina bobo, oh nina bobo
Kalau tidak bobo digigit nyamuk

Ma, mama ingat lagu ini? Dulu mama selalu menyanyikannya menjelang bian tidur. Sekarang nyamuk di kamar bian jahat ma. Dia senang sekali menggigit kaki dan tangan bian. Bahkan wajah Bian saja dia gigit. Apa karena sekarang Bian tidak bisa tidur hampir setiap malam? Sepertinya iya. Tapi bukan karena lagu itu ma. Buktinya Bian tetap tak bisa tidur meski sudah Bian putar lagu itu lewat kaset yang dulu dibelikan ayah.

Oh iya ma, Selamat ulang tahun ya! Ini hadiah dari bian. Tak mahal memang. Tapi jam tangan ini bian beli dengan uang jajan bian sendiri. Ya… meskipun itu sebenarnya uang mama. Dipakai ya ma! Biar nanti mama tahu kapan saatnya untuk pulang. Setelah ayah meninggal, mama sering sekali lupa untuk pulang. Sibuk dengan pekerjaan yang selalu bian  tunggu kapan selesai. Apa atasan mama seperti nyamuk di kamar bian? Bakalan gigit kalau mama gak kerja. Kalau begitu berhenti saja ma. Lagian bian juga gak butuh uang. Bian butuh mama. Karena saat mama sibuk dengan pekerjaan, Bian sendirian.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CINTA BERBEDA RUPA

pagi ini ibu kota diguyur hujan. doaku semalam sebenarnya, dan itu terkabulkan. tapi ternyata kebahagiaanku tak di rasa sama. tak sedikit juga orang mengeluhkan hujan yang membuat jalan ibu kota ini 
tergenang. tak disangka, sang hujan ternyata mampu menciptakan dua rasa. 
tapi kupikir tak hanya hujan, aku terkadang merasa lucu dengan hukum. kesetimbangan. dalil yang mengatakan bahwa dalam hidup, segala sesuatu itu 
diciptakan berpasang-pasangan. ada sedih, ada bahagia. ada sakit, ada sehat. ada siang, ada juga malam. 

Apa lucunya?? karena terkadang, untuk mempertahankan keseimbangan, mereka 
mampu datang bersamaan. tak langsung 
kualami sebenarnya. tapi lelucon hidup 
ini cukup membuatku merenungkan 
hidupku sendiri. 

Hanya sekedar informasi, aku mengikuti 
25 grup d Whatsapp dan obrolan yang 
terjadi selalu berbeda setiap hari. Tapi ada yang menarik perhatianku beberapa hari ini. kupikir hidup itu seperti balon sabun. meski dari air sabun yang sama, alat tiup yang sama, tapi ukuran balon sabun itu tak pernah sama. begitupun hidup, meski kita tinggal di bumi yang sama, secara hakikatnya Tuhan kita sama, tapi cerita hidup kita, satu dengan yang lain tak pernah sama. bukti otentiknya adalah berita yang aku dapatkan beberapa hari ini. jika saat di sekolah kita mengenal segi enam, maka kupikir hidup kita itu adalah segi ratusan, bahkan milyaran, dan aku 
seperti berdiri di tengah segi itu. 

sudut pertama membawa kabar berita 
"Minta doanya ya teman-teman, istri saya 
tengah melahirkan. moga ibu dan 
bayinya diberi keselamatan." :-) 

sudut kedua mengirim surat. "Innalillahi, 
temen2.. minta doanya. satu jam yang 
lalu ayah saya meninggal." :-( 

sudut ketiga juga bercerita, "temen2 
dateng ya nanti sabtu... saya wisuda." :-) 

sudut keempat ikut serta, "guys... aku 
baru putus, dan sekarang ia malah 
bersikap aneh. aku takut.." :-( 

sudut kelima pun tergoda berbagi cerita, 
"disertai rasa syukur, kami bermaksud 
mengundang teman-teman dalam acara 
akad nikah dan walimatul ursy kami." :-) 

kini giliran sudut keenam, "guys... kosan 
ane kemalingan. motor yang baru 1 
bulan an beli ilang." :-( 

pesan sudut ketujuh pun diterima, "de, 
minta doanya ya.. bulan depan w 
lamaran." :-) 

sekarang sudut delapan, "teman2, minta 
tolong di share ya.. sudah seminggu ini 
sepupu saya hilang. ini foto dan 
keterangannya. semoga saja dia baik-baik 
saja" :-( 

sudut sembilan ikut ambil peran, 
"selamat! karya anda masuk dalam 10 
karya terbaik lomba ini. silahkan kirim 
narasi diri anda untuk kami lampirkan di 
buku antalogi nanti." :-) 

berikut ucap sudut sepuluh, "Innalilahi.. 
salah satu sahabat kita tadi pagi 
kecelakaan. alm sedang buang sampah 
yg berjarak 30m dari rumahnya dan tiba- 
tiba muncul truk barang dengan kondisi 
supir mengantuk dan menabraknya." :-( 

sekarang apa yang kalian rasakan??? 

apapun itu, seperti inilah lelucon hidup. 
dalam satu hari itu, ada perasaan aneh 
menghinggapiku saat aku tertawa-tawa 
bahkan bercanda dengan ringannya 
karena ikut bahagia dengan kebahagiaan 
sahabatku, sedang di saat yang sama 
batinku sendiri tahu, sahabatku di sudut 
lain tengah menemukan duka dalam alur 
cerita hidupnya. maka sebenarnya, harus 
seperti apakah aku yang berdiri 
ditengah? 

aku jadi teringat dengan cerita seorang 
raja yang memesan sebuah cincin pada 
seorang pandai besi yang terkenal di 
negerinya. Raja itu mengatakan, 
"tuliskanlah di cincin itu, kalimat yang 
menurutmu mampu merangkum arti dari 
sebuah kehidupan." 

sang pandai besi itu berpikir sekian 
lama hingga akhirnya ia menuliskan 
sebuah kalimat di cincin itu, SEMUA ITU 
PASTI AKAN BERLALU." 

raja itu bingung saat menerima cincin 
itu dan membaca tulisannya. tapi seiring 
berjalannya waktu raja itu akhirnya 
memahami makna dari kalimat itu. saat 
kita mendapat kebahagiaan, tak perlu 
lah kau terlalu berlebihan meluapkan 
perasaan, karena semua itu pasti akan 
berlalu. Sama halnya saat kau bersedih, 
tak perlu lah kau sedih berkepanjangan, 
karena kesedihan itu pasti akan berlalu. 

sedikit mengutip dari tulisan Boy Farhan 
bahagia dan sedih hanya sebatas 
pergantian siang dan malam, terang dan 
gelap, keduanya mempunyai porsi yang 
sama. maka, ketika bahagia menghinggapi hati, aku patut bersyukur sebagaimana mestinya, dan ketika kesedihan menghampiri, aku akan berusaha menikmatinya, karena hidup tidak mungkin dibangun tanpa ke dua 
unsur tersebut. 

kepada engkau yang selalu mengantar 
bahagia dalam nyiru kehidupan, adalah 
terimakasihku dengan mendedikasikanmu 
dalam setiap narasiku, menyimpanmu 
dalam lemari ingatanku. 

juga kepada engkau yang tak sengaja 
menyuguhkan kesedihan, selalu ada 
tempat untukmu di ruang batin, engkau 
adalah nutrisi untukku terus bertumbuh, 
dan sebagai pelecut untukku ke luar dari 
kenyamanan yang parah. 

kepada bahagia dan sedih yang kerap 
datang silih berganti, kadang bersamaan, 
aku ucapkan selamat datang, hinggaplah 
selama sayapmu sanggup mengepak, dan 
pergilah jika memang takdir telah 
menyurat. 

bahagia dan sedih adalah cinta yang 
berbeda rupa, maka aku butuh 
keduanya! 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KETIKA PENULIS AMATIRAN INI JATUH CINTA (PART 2)

Mmm... penulis ini selalu bingung berbicara tentang cinta. Pemikirannya kembali melanglang buana, berlogika untuk urusan hati, diakhiri komentar bahwa aku tak pernah ada di satu posisi. 

posisi yang mana aku tanya? posisi dimana kita tetap tak bisa melepaskan ia yang membuat seribu goresan luka bahkan mencipta kegalauan berbagai rupa? 
posisi dimana 24jam waktu kita hanya dihabiskan untuknya mulai dari bertemu muka hingga bercengkrama via dunia maya? mengalahkan waktu shalat kita hingga Tuhan tak cukup waktu untuk menyapa? padahal sebelumnya kita sempat berucap "jodoh itu sudah diatur, maka dekati yang mengaturnya." 
atau posisi dimana kita rela melakukan apapun untuk membuat ia terpesona. mulai dari penampilan hingga mempesolek rupa? bahkan yang lebih tak habis pikir rela memberikan segalanya, hingga sesuatu yang teramat sangat berharga, untuk ia yang berucap banyak alasan saat kita minta menghadap orang tua? 
kadang aku curiga, Itu AMBISI atau CINTA?? 

ini bukan sebuah penghakiman. ini kegelisahan dari seorang penulis amatiran. mungkin benar apa yang mereka ucapkan, penulis ini belum tahu seperti apa rasanya jatuh cinta. hingga ia masih tak dapat menerima, mengapa urusan hati harus terpisahkan dari logika? bahkan disaat Tuhan memerintahkan kita untuk mengggunakan keduanya. 

ini yang kemudian membuatku kembali bertanya, sebenarnya apa definisi dari cinta? 
menurut wikipedia, cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. jadi, disaat sesuatu yang dikatakan cinta malah menimbulkan sikap yang tak baik, patah hati, menangis berhari hari meratapi ia yang bahkan tak peduli, merana seolah tak ada hal lain dalam hidupnya lagi, apa itu CINTA yang menjadi definisi?? 

banyak yang berucap aku belum pernah merasakannya, aku ingin bertanya disaat seperti apakah kau yakin bahwa engkau jatuh cinta?? 
mengagumi seseorang? aku pernah merasakannya. bahkan itu masih kurasakan saat tulisan ini aku rampungkan. 
bahagia saat ada didekatnya? Aku juga seperti itu. bahkan terkadang mencari2 alasan untuk bertemu ia meski hanya sedikit waktu. 
tersungging senyum saat memikirkannya? YA. itu aku. bahkan setiap kejadian yang aku lakukan bersamanya terekam kuat dipikiranku. bahkan untuk hal sepele saat ia tersenyum kepadaku, saat ia duduk disampingku, saat ia melakukan sesuatu yang aku suka tanpa aku minta, dan kebetulan kebetulan lain yang mungkin sebenarnya bukan ia lakukan untukku. semua itu tetap saja membuatku tersenyum bahagia. bahkan tertawa bak orang gila. bahkan kebahagiaan itu mampu membawa ia ke dalam mimpiku hampir setiap malam. 

sahabatku pernah berucap, "beda de, antara cinta yang belum terucapkan dengan jika kita sudah pacaran." 

aaahhh... satu hal negatif lagi yang aku dapat dari pacaran. sulit melupakan atau mungkin tak bisa menerima kenyataan saat ditinggalkan. hahaaa... tapi aku juga demikian. Untuk ia yang aku menyimpan perhatian, meski berkali kali aku berucap pada diriku sendiri untuk tidak terlalu membawa perasaan, untuk tidak mengaitkan segala hal yang kau lakukan dengan yang aku harapkan, tetap saja belum mampu aku lakukan. tetap saja aku bahagia dan sedih dengan kesemuan yang mungkin tak ada hubunganya antara aku dengan semua hal yang kau lakukan. 

bukankah itu juga perasaan?? tapi tetap saja untuk banyak kasus dalam pacaran tak pernah masuk dalam pikiran. TERLALU BERLOGIKA, ATAU MEMANG AKU BELUM PERNAH JATUH CINTA? 
kuulangi pertanyaannya, sebenarnya, untuk sang penulis amatiran ini "SUDAHKAH IA JATUH CINTA?" 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kesalahan Lagu Kemerdekaan

"17 agustus tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita"

Pasti ingat dengan lagu ini. Tanpa bermaksud menggurui, tapi menurutku ada yang salah dengan lagu ini, atau mungkin justru karna lagu ini terlalu benar. Indonesia memang merdeka pada tanggal 17 agustus 1945. Tawa bahagia tersemat di seluruh wajah rakyat indonesia yang telah berjuang mempertahankan negaranya dari penjajahan Jepang dan Belanda. Bagaimana tidak! sekian ratus tahun hidup dalam kungkungan dan ketidakmanusiawian. Jika ada lagu yang mengibaratkan penderitaan itu bagaikan terkurung di sangkar emas, maka nasib pendahuluku dulu jauh lebih tersiksa dari itu. aku jadi ingat, dulu nenek pernah bercerita bahwa ia adalah satu-satunya anak yang berhasil selamat setelah seluruh warga dikampungnya dibantai oleh belanda. tak bisa kubayangkan bagaimana rasanya saat itu. takut? sudah pasti. aku yang dimarahi orangtuaku saja rasa takutnya tetap bertahan sekian lama. apa lagi jika di usia balita aku ditodongkan senjata? rasa takutnya jauh dari bayangan.

maka merdeka adalah satu mimpi besar yang diperjuangkan dengan tak hanya melawan belanda, tapi usaha membujuk para tetua indonesia. khairil anwar menuliskan dalam puisinya...

PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO


Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu

Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

lalu apa kesalahan yang aku maksud? kita coba cerna. dari kata-kata di lagu tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa indonesia merdeka hanya pada tanggal 17 agustus 1945. lalu bagaimana dengan 17 Agustus 2013?? apakah indonesia juga merdeka? aku jadi teringat dengan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh seorang musisi jalanan di bis kota saat perjalanan pulang.

"presiden pertama, indonesia merdeka
presiden kedua, korupsi uang negara
presiden ketiga, ninggalin hutang raksasa
presiden keempat, ekonomi turun cepat
presiden kelima, pengangguran merajalela"

yaa... kira2 seperti itu lah lagunya. tak hanya itu, dik doang juga pernah menuliskan lagu untuk menggambarkan keprihatinannya dengan indonesia.

"aku melihat burung garuda lambang negara
di pasar loak pedagang kaki lima
warnanya kusam padahal dari kuningan
aku beli tanpa menawar harganya
karna dijual murah dibanding patromak dan guci retak
dan yang kutakut bila tak kubeli
garudaku dilebur jadi alat-alat dapur
lambang bernegara hancur
hilangnya kebersamaan yang kian ngawur"

lagu-lagu tersebut tercipta bukan hanya karna hasil imajinasi, tapi juga melihat bukti. 17 memang menjadi angka kramat karna di tanggal itulah indonesia merdeka. tapi bagaimana dengan hasil survey yang mengatakan bahwa 17 juta anak-anak di indonesia terlantar diakibatkan putus sekolah, kemiskinan, gizi buruk dan penjualan anak-anak??bukankah sama-sama 17??

Agustus memang bulan bersejarah karna di bulan itu indonesia merdeka. tapi bagaimana dengan bentrok penganut syiah di sampang madura yang terjadi pada bulan Agustus 2012??
bukan bermaksud untuk tak mensyukuri kemerdekaan indonesia. aku sangat bersyukur. teramat sangat. berkat perjuangan para pahlawan kita, kini aku dapat makan, tidur dan beraktivitas dengan tenang. tapi jika Rasulullah menyukai orang cerdas dimana ia adalah orang yang sering mengingat mati. bukankah akan lebih baik jika kita juga merenungi kemerdekaan indonesia tak hanya dari kejayaan dan kemajuan yang diraihnya, tapi juga dari kejatuhan yang belum dibangkitkannya.
karena itu, maju terus indonesiaku. seperti tertulis dalam lagu wajib nasional kita "Berkibarlah benderaku"

Kami rakyat Indonesia
Bersedia setiap masa
Mencurahkan segenap tenaga
Supaya kau tetap cemerlang

Tak goyang jiwaku menahan rintangan
Tak gentar rakyatmu berkorban
Sang merah putih yang perwira
Berkibarkah Slama-lamanya

-hanya sebuah opini dari penulis tak berlisensi. ^_^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ketika Penulis Amatiran Ini Jatuh Cinta

Akhirnya rampung juga membaca buku"saat penulis jatuh cinta" karya Asma Nadia Dkk.  buku yang tak hanya menghibur dan menginspirasi, tapi juga membuat penulis amatiran satu ini ingin ikut serta menuliskan bagaimana ia jatuh cinta. haha
yaa.. meskipun tak disandingkan dengan cerita cinta para penulis indonesia, aku tuliskan saja di sosial media. dari pada inspirasiku terbuang sia-sia. iya gak? (padahal mau curhat ceritanya. haha)
sedikit bingung ketika berbicara seperti apa rasanya jatuh cinta. hehe. aku dikenal sebagai orang yang terlalu menggunakan logika ketika membahas tentang cinta. kalau @gema sukma bilang "terlalu berteori". haha. kita ambil contoh... ketika temanku menangis berhari-hari dan mengurung diri karna disakiti, ampe sakit dan harus dirawat malah. terlebih ketika diputuskan justru ia yang minta balikan. apa sebenarnya yang ia pikirkan? jelas jelas ia korban. kasarnya, sama saja dengan ia ingin disakiti berulang kali. aneh kan? mereka bilang 'terlanjur sayang'. memang, cinta itu adalah masalah perasaan. tapi bukankah kita diberi 2 kelebihan? hati dan akal pikiran. jadi mengapa tak menggunakan akal pikiran untuk mengontrol perasaan? bukankah kita memang diharuskan untuk menggunakan keduanya? ada alasan lain! mereka bilang "sulit melupakan". bukankah ada pepatah bilang "untuk menuju proses melupakan, maka kau akan melewati proses mengingat segala peristiwa yang kau ingin lupakan." jadi, sampai kapanpun, gak akan pernah lupa. so, mengapa kita tidak berdamai saja dengan perasaan? atau dengan ingatan. jadi tak perlu melupakan, tapi membangun sebuah mindset baru yang dapat mengubah apa yang kita rasakan. bukankah sudah banyak penulis berteori bahwa segala yang terjadi pada diri kita itu tergantung mindset dalam pikiran kita. ada lagi! ada sebagian yang bilang "sedang berusaha membenci orang yang sebelumnya ia cinta". menurutku ini justru lebih aneh. bukankah sama saja dengan ia berusaha membuat dosa? kan gak boleh membenci sesama saudara? lagipula, kata orang... gak tau orang mana, "lawan dari cinta itu bukan benci. tapi diabaikan. karena perasaan benci itu menandakan masih ada perasaan cinta yang tersisa."hayooo... hehe
segala hal ini juga yang akhirnya membuat teman-temanku selalu melontarkan komentar yang sama. "kamu gak pernah ngalamin si gimana rasanya.." awalnya si acuh aja mendengar komentar itu. tapi lama-lama jadi kepikiran juga. apa karena aku terlalu berlogika atau memang aku belum pernah jatuh cinta?
aku memang belum pernah menangis karena seorang pria. atau merasa tak rela ketika ditinggal seseorang yang dekat denganku. tapi bukankah ada yang bilang cinta itu berawal dari dari sebuah kekaguman? dan seingatku ada cukup banyak pria yang aku kagumi. karena kecerdasannya, kepribadiannya, prilakunya, pemikirannya, kesuksesannya, agamanya, atau juga karena ketampanannya, dan sebagian dari mereka juga cukup dekat denganku. dan sama halnya dengan orang-orang, aku juga pernah melakukan hal aneh diluar nalar yang pada akhirnya aku selalu bilang, "ko bisa ya? ngapain coba?" haha. tapi ketika akhirnya mereka mendapatkan bidadarinya dan itu bukan aku? aku hanya merasa, ya itu bukan jodohku. dan entah mengapa untuk banyak kasus aku selalu merasa mereka memang serasi untuk bersama-sama. jadi perasaan ikhlas itu selalu dengan mudah datang. yaa.. meskipun aku merasa cukup disayangkan harus kehilangan orang yang menurutku layak menjadi pilihan. ya, kalau ditimbang-timbang, ia masuk lah kriteria calon suami idaman. hehe. sebenarnya si gak seinstan itu, untuk beberapa saat memang ada perasaan kehilangan. tapi menurutku itu masih perasaan yang wajar. bagaimana tidak? sebelumnya kita terbiasa melakukan aktivitas bersama-sama, lalu tiba-tiba gak. wajar kan? (mencari pembelaan. haha)
gak tau kenapa. tapi mungkin karena sejak SMP aku sudah mendapatkan pemahaman tentang bagaimana hukum pacaran dalam islam. jadi aku selalu mengontrol diriku untuk tak terlalu sayang pada seseorang sebelum dia jadi mahram. yaa.. dulu sempet si hampir saja punya niat berpacaran (untung dalam hal yang tidak baik, niat tidak dicatat malaikat ya.. hehe), tapi temanku bilang sayang. kenapa kita tak menjadikan suami kita awal dan akhir dari sebuah pencarian kasih sayang? dan aku setuju dengan itu. jadi kesimpulannya, penulis amatiran ini sudah pernah jatuh cinta atau belum ya? hahaha

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LOMBA MENULIS PUISI "MERINDU RAMADAN"

Setelah sukses menyelenggarakan lomba menulis PUISI dan PROSA LIRIS "UCAP" pada bulan April 2013 sampai dengan bulan Mei 2013--kami--Penerbit Meta Kata bermaksud kembali menyelenggarakan lomba menulis PUISI. Tentunya dengan tema yang lebih SEGAR dan lebih MENANTANG.

Baiklah, berikut persyaratan lengkap bagi kawan-kawan yang hendak ikut berpartisipasi sebagai peserta:

  1. Lomba terbuka untuk umum.
  2. Membagikan info lomba ini ke minimal 11 teman di jejaring sosial facebook, twitter, atau posting di blog pribadi (pilih salah satu). Like FansPage "Penerbit Meta Kata" (http://www.facebook.com/PenerbitMetaKata)
  3. Tema: MERINDU RAMADHAN
  4. Naskah dalam bentuk PUISI, maksimal 3 bait/11 baris (termasuk judul), dengan format file Ms Word 2003/2007, kertas ukuran A4, font TNR 12pt, spasi 1.5, margin rata-rata 3 cm untuk setiap sisi.
  5. Naskah merupakan karya asli penulis dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk buku.
  6. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim 1 naskah terbaiknya, lengkap dengan biodata narasi, maksimal 30 kata (nama, akun facebook, dan alamat email).
  7. Naskah yang telah memenuhi persyaratan di atas, dikirim ke email: redaksi.metakata@gmail.com (berupa lampiran, bukan di badan email), dengan subyek email: MR_JUDUL NASKAH_NAMA PENULIS dan NAMA FILE disesuaikan dengan NAMA PENULIS.
  8. Pengiriman naskah dibuka mulai tanggal 12 Juni 2013 s.d 23 Juni 2013 pukul 11:00 WIB (hanya 11 hari)
  9. Hasil lomba akan diumumkan pada tanggal 26 Juni 2013 di blog resmi Penerbit Meta Kata
  10. 89 naskah terpilih akan dibukukan dalam bentuk Antologi Puisi dan masing-masing Penyair mendapat diskon 20% dalam pembelian buku terbit + diskon 20% dalam pembelian buku-buku terbitan
  11. Meta Kata dan 11 Penyair dengan naskah terbaik akan mendapatkan hadiah tambahan berikut.

 Terbaik I: Paket Buku + Voucher Penerbitan Senilai Rp 150.000 + E-Sertifikat
Terbaik II: Paket E-Book + Voucher Penerbitan Senilai Rp 150.000 + E-Sertifikat
Terbaik III: Paket E-Book + Voucher Penerbitan Senilai Rp 100.000 + E-Sertifikat
Terbaik IV: Paket E-Book + Voucer Penerbitan Senilai Rp 75.000 + E-Sertifikat
 Terbaik V: Paket E-Book + Voucer Penerbitan Senilai Rp 50.000 + E-Sertifikat
Terbaik VI: Paket E-book + E-Sertifikat Terbaik VII: Paket E-book + E-Sertifikat
Terbaik VIII: Paket E-book + E-Sertifikat Terbaik IX: Paket E-book + E-Sertifikat
Terbaik X: Paket E-book + E-Sertifikat Terbaik XI: Paket E-book + E-sertifikat

Hadiah dalam bentuk voucer penerbitan, tidak dapat diuangkan atau digabung dengan voucer penerbitan lainnya dan hanya berlaku untuk paket penerbitan #PERSEORANGAN Rp 500.00 di Penerbit Meta Kata
Demikian pengumuman lomba PUISI terbaru kami. Selamat berkarya melalui goresan pena!!!

Malang, 11 Juni 2013
a.n
Pimpinan Tim Kreatif Penerbit Meta Kata

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANGKA 13

dulu aku selalu merasa menjadi seorang di persimpangan. bingung menentukan jalan mana yang harus kupilih. aku selalu merasa tercemplung dan bukan memilih. tapi orang bijak memang benar. dalam kehidupan, tak pernah ada yang namanya kebetulan. termasuk dengan siapa aku dipertemukan. aku akui aku bukan orang yang pintar. tapi suatu kebanggaan karna sejak SMP aku selalu masuk kelas unggulan. buatku itu bukan kesempatanku menyombongkan diri. tapi justru memperbaiki diri. berkompetisi dengan orang2 yang luar biasa. bagaimana tidak? sainganku di kelas rata2 adalah juara olimpiade dan berbagai lomba. setidaknya mereka adalah kumpulan juara kelas di sekolah mereka sebelumnya. silahkan tanya! juara olimpiade fisika? ADA. astronomi? ADA kimia? ADA. matematika? ADA apalagi berbagai ajang kesenian dan olah raga. SUDAH JELAS ADA. perasaan pertama yang muncul saat itu adalah Minder. krisis percaya diri. kecongkakanku saat SD yang slalu juara kelas tiba2 lenyap begitu saja. tapi aku bersyukur karena orang2 di sekelilingku tak hanya pintar tapi juga luar biasa. mereka yang membangun kembali rasa percaya diriku. dari dulu aku hanya suka menulis. this is my hobby. karna itu tak pernah terlintas dipikiranku untuk menerbitkan tulisanku. tapi justru teman-temanku mempercayaiku lebih dari aku mempercayai kemampuanku sendiri. setiap ada lomba menulis temanku selalu mendorongku untuk maju. dan kepercayaan mereka padaku lah yang akhirnya membuatku meraih beberapa lomba kepenulisan. (Yeeeyyy.. hehe) tapi kesuksesan dan janji kehidupan yang harus kita kejar membuat kita terpisah di berbagai daerah. dan setelah sekian lama kabar baik itu tiba. 1. guru fisika ku saat SMP mendapatkan penghargaan sebagai guru terbaik dan penelitiannya menjadi penelitian terbaik tahun ini. 2. sahabatku yang bijak ini mendapatkan beasiswa S1 - S2 unpad dan bisa memilih melanjutkan s3 nya antara jepang dan belanda. FREE.. hehe (sedikit bocoran IPK nya 3,99. saatnya bilang Huwaaaahhhh. haha) 3. sahabatku yang satu ini selalu mengajakku berjalan beriringan menuju kesuksesan. karna janjinya takkan meninggalkan sahabat di belakang. ia juga luar biasa. tak cukup dengan selalu menjadi juara umum, setelah lulus dari Universitas Pendidikan Indonesia dengan IPK yang hampir sempurna, saat ini ia tengah mengabdi untuk negeri. memperbaiki kualitas generasi bangsa dengan mendidik anak-anak aceh timur.NGIRIIII.. hihi 4. sahabatku yang cantik ini juga lulus dengan IPK cumlaude dan mendapatkan tawaran s2 dari kampusnya. sudah punya calon pula. fotonya ampe ada lagi berdua pake toga. haha mmmm.. sepertinya terlalu panjang kalau harus diceritakan semua. apalagi setelah aku masuk dunia perkuliahan. semakin banyak saja orang hebat yang kutemukan. adikku pernah bilang setiap kali berbicara kesuksesan, aku selalu bercerita teman, teman, dan teman. aku nya kapan? sempat jadi pikiran. karna jika dibandingkan... apa dari diriku yang bisa kuceritakan? itu yang selalu jadi pertanyaan. seperti sebuah keluhan memang.. namun pemahaman itu akhirnya tertanam. aku akan mendahulukan apa yang bisa aku lakukan, daripada menyesali apa yang tak bisa aku lakukan. kehidupanku tumbuh karna tindakanku, bukan karena keluhanku setiap harinya aku akan lebih bertindak. tindakan terdengar lebih keras dibandingkan keluhan yang diteriakan. sampai sekarang aku masih menulis kawan. tak banyak memang. hanya mengikuti imajinasi yang datang. dan hobby ini juga yang membuatku mendapat kesempatan menjadi salah satu dari tim jurnalis kemanusiaan di ACT. (lumayan bisa megang kamera gratis. hehe). aku juga berharap menjadi orang yang berarti. karena itu aku bergabung dengan GEMABI (gerakan menuju anak baik indonesia). mencoba berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan anak-anak indonesia yang rata-rata tak berani bermimpi karna kondisi. yaa.. meskipun lebih sering anak-anak itu yang justru memberiku pelajaran dan pemahaman diri. hehe dulu pernah ada sebuah tebakan, "mengapa jarum jam tak pernah berhenti berputar?" jawabannya... adalah... eng eing eng.. (ala Fitri tropica. hehe) "karena ia nyari angka 13." kurasa akulah jarum jam itu. dan orang2 hebat di sekelilingku adalah angka 13. terima kasih! karena membuatku tak pernah berhenti bergerak maju. keberhasilan kalian selalu jadi motivasi dan dorongan terbaik untukku. kuharap tidak terlambat, sampai saatnya nanti, sesuai janji. kita akan bertemu kembali saat kita telah menjadi orang yang sukses dan berarti. terima kasih pada Tuhan sudah jauh jauh hari aku sampaikan. ucapan syukur karena telah membuatku tercemplung ke dunia orang-orang hebat seperti kalian. ^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

AKU TAK INGIN JADI GURU

orang di sekitarku selalu berkata guru adalah profesi terbaik untuk seorang perempuan... karna kita bisa mengatur waktu antara kapan kita mengajar, dan kapan kita menjadi seorang istri yang baik jika kita sudah menikah nanti. tapi rasanya saat ini aku kurang setuju. hari ini sudah dua minggu aku melakukan praktek mengajar di salah satu SMA negeri yang ada di tangerang Selatan. percaya atau tidak, ternyata waktuku lebih banyak kuhabiskan di sekolah... aku berangkat pukul enam pagi dan pulang dengan lusuh pukul enam sore. seorang guru di SMA tersebut pun pernah bercerita padaku bahwa beliau jarang bertemu dengan putrinya. karena saat beliau berangkat, sang putri belum bertemu dengan pangeran yang mampu membangunkannya.. dan saat beliau pulang.. sang putri telah kembali ke alam mimpi. jadi seperti itukah keteraturan waktu kita saat menjadi seorang guru?? aku rasa tidak..



lalu apa sebenarnya yang menjadi motivasi seseorang menjadi guru?? bahkan tak sedikit orang yang memilih pergi dan tinggal di pedalaman hanya uuntuk memberikan sedikit pelajaran. pernyataan dan pertanyaanku sudah jelas terlihat bahwa aku bukanlah orang yang menyukai dunia mengajar. aku selalu merasa yang berhak menjadi guru hanyalah orang-orang yang benar-benar sangat pintar dan menguasai begitu banyak hal. karna jika tidak, itu hanya akan menjadi kesempatan untuk membuat seseorang mendapatkan suatu pelajaran yang salah dan akhirnya menciptakan hasil yang jauh lebih buruk dari kita. Aku bukanlah orang yang pintar.. maka tak pernah terlintas di pikiranku untuk menjadi seorang guru. maka dari itu, pertanyaan yang tertulis di benakku sangat ingin ku ketahui jawabannya. layaknya saat al-Quran turun secara berangsur-angsur.. aku pun mendapatkan jawaban dari pertanyaanku secara kredit.



Hari pertama aku mengajar

mata berbinar-binar. entah karna terlalu bahagia atau hendak berurai air mata. yang pasti aku tegang luar biasa.. sejak pagi aku terus saja membaca materi yang akan ku ajarkan dan tak henti-hentinya mondar mandir di ruang guru hinggamembuat beberapa guru berkomentar tentang tingkah lakuku... begitu banyak perasaan yang menumpuk. takut salah, bingung menyampaikan, takut tak dihargai, sampai ingin terlihat sempurna karena proses pembelajaran di saksikan oleh sang guru pamong. semua perasaan yang justru selalu membuat seseorang tak mampu melakukan sesuatu dengan maksimal. kuputuskan untuk menghadap Tuhanku sesaat sebelum aku memasuki kelas dan melihat tatapan penuh tanya dari seluruh siswa.

hasilnya... kelasku penuh dengan kegaduhan.



Hari kedua mengajar

melihat begitu aktifnya siswa yang kuhadapi, kuputuskan untuk membuat sebuah permainan.. setiap anak ku bagi menjadi beberapa kelompok dan kuminta menjawab sebuah soal yang mereka pilih secara acak. dan yang mampu menjawabnya dengan benar, ia akan mendapatkan satu batang coklat.

hasilnya... sebuah diskusi indah yang terkendalikan.



seiring berjalannya waktu.. akhirnya dua minggu ku di sekolah tersebut menjadi dua minggu yang begitu indah. kalian tau sendir, awalnya aku tak pernah bercita-cita menjadi seorang guru... tapi saat kita mampu mengendalikan kelas, membuat siswa memahami apa yang kita sampaikan, hingga membuat siswa mau mempelajari apa yang sebelumnya tak ia mengerti, itu adalah suatu kebahagiaan yang teramat luar biasa... aku masih ingat bagaimana perasaanku saat beberapa siswaku mengirim sebaris kalimat pendek berisikan ucapan terima kasih karna aku mengajari mereka. Aahh.. sampai hari inipun senyum karna ucapan itu masih ada.



dua minggu yang masih menjadi sebuah awal membuatku mengerti bahwa guru bukan sebuah pilihan dari pikiran, melainkan dari hati. karna sejuta kebahagiaan yang akan kita dapatkan dari proses kita mengajar, adalah sesuatu yang hanya dapat dirasakan hati. walaupun awalnya aku adalah seseorang yang tak pernah suka menjadi seorang guru, tapi sekarang aku mengerti

Mengajar bukan profesi. Mengajar adalah kegemaran

Aku telah mencapai sebuah kesimpulan yang menakutkan bahwa aku

adalah unsur penentu di dalam kelas.

Pendekatan pribadikulah yang menciptakan iklimnya

Suasana hatikulah yang membuat cuacanya.

Sebagai seorang Guru, aku memiliki kekuatan yang sangat besar

untuk membuat hidup seseorang menderita atau gembira.

Aku bisa menjadi alat penyiksa atau pemberi ilham,

bisa bercanda atau mempermalukan,

melukai atau menyembuhkan.

Dalam semua situasi, reaksikulah yang menentukan

apakah sebuah krisis akan memuncak atau mereda

dan apakah seseorang akan diperlakukan sebagai manusia atau direndahkan.





*untuk engkau yang masih merasa menjadi seorang mahasiswa keguruan adalah sebuah kesalahan, dan untuk engkau yang masih merasa mengajar di kelas adalah satu hal yang tidak menyenangkan. renungi ceritaku! dan kuharap, engkau akan mendapatkan satu kesimpulan indah seperti yang kudapatkan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS