RSS

LOMBA MENULIS PUISI "MERINDU RAMADAN"

Setelah sukses menyelenggarakan lomba menulis PUISI dan PROSA LIRIS "UCAP" pada bulan April 2013 sampai dengan bulan Mei 2013--kami--Penerbit Meta Kata bermaksud kembali menyelenggarakan lomba menulis PUISI. Tentunya dengan tema yang lebih SEGAR dan lebih MENANTANG.

Baiklah, berikut persyaratan lengkap bagi kawan-kawan yang hendak ikut berpartisipasi sebagai peserta:

  1. Lomba terbuka untuk umum.
  2. Membagikan info lomba ini ke minimal 11 teman di jejaring sosial facebook, twitter, atau posting di blog pribadi (pilih salah satu). Like FansPage "Penerbit Meta Kata" (http://www.facebook.com/PenerbitMetaKata)
  3. Tema: MERINDU RAMADHAN
  4. Naskah dalam bentuk PUISI, maksimal 3 bait/11 baris (termasuk judul), dengan format file Ms Word 2003/2007, kertas ukuran A4, font TNR 12pt, spasi 1.5, margin rata-rata 3 cm untuk setiap sisi.
  5. Naskah merupakan karya asli penulis dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk buku.
  6. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim 1 naskah terbaiknya, lengkap dengan biodata narasi, maksimal 30 kata (nama, akun facebook, dan alamat email).
  7. Naskah yang telah memenuhi persyaratan di atas, dikirim ke email: redaksi.metakata@gmail.com (berupa lampiran, bukan di badan email), dengan subyek email: MR_JUDUL NASKAH_NAMA PENULIS dan NAMA FILE disesuaikan dengan NAMA PENULIS.
  8. Pengiriman naskah dibuka mulai tanggal 12 Juni 2013 s.d 23 Juni 2013 pukul 11:00 WIB (hanya 11 hari)
  9. Hasil lomba akan diumumkan pada tanggal 26 Juni 2013 di blog resmi Penerbit Meta Kata
  10. 89 naskah terpilih akan dibukukan dalam bentuk Antologi Puisi dan masing-masing Penyair mendapat diskon 20% dalam pembelian buku terbit + diskon 20% dalam pembelian buku-buku terbitan
  11. Meta Kata dan 11 Penyair dengan naskah terbaik akan mendapatkan hadiah tambahan berikut.

 Terbaik I: Paket Buku + Voucher Penerbitan Senilai Rp 150.000 + E-Sertifikat
Terbaik II: Paket E-Book + Voucher Penerbitan Senilai Rp 150.000 + E-Sertifikat
Terbaik III: Paket E-Book + Voucher Penerbitan Senilai Rp 100.000 + E-Sertifikat
Terbaik IV: Paket E-Book + Voucer Penerbitan Senilai Rp 75.000 + E-Sertifikat
 Terbaik V: Paket E-Book + Voucer Penerbitan Senilai Rp 50.000 + E-Sertifikat
Terbaik VI: Paket E-book + E-Sertifikat Terbaik VII: Paket E-book + E-Sertifikat
Terbaik VIII: Paket E-book + E-Sertifikat Terbaik IX: Paket E-book + E-Sertifikat
Terbaik X: Paket E-book + E-Sertifikat Terbaik XI: Paket E-book + E-sertifikat

Hadiah dalam bentuk voucer penerbitan, tidak dapat diuangkan atau digabung dengan voucer penerbitan lainnya dan hanya berlaku untuk paket penerbitan #PERSEORANGAN Rp 500.00 di Penerbit Meta Kata
Demikian pengumuman lomba PUISI terbaru kami. Selamat berkarya melalui goresan pena!!!

Malang, 11 Juni 2013
a.n
Pimpinan Tim Kreatif Penerbit Meta Kata

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANGKA 13

dulu aku selalu merasa menjadi seorang di persimpangan. bingung menentukan jalan mana yang harus kupilih. aku selalu merasa tercemplung dan bukan memilih. tapi orang bijak memang benar. dalam kehidupan, tak pernah ada yang namanya kebetulan. termasuk dengan siapa aku dipertemukan. aku akui aku bukan orang yang pintar. tapi suatu kebanggaan karna sejak SMP aku selalu masuk kelas unggulan. buatku itu bukan kesempatanku menyombongkan diri. tapi justru memperbaiki diri. berkompetisi dengan orang2 yang luar biasa. bagaimana tidak? sainganku di kelas rata2 adalah juara olimpiade dan berbagai lomba. setidaknya mereka adalah kumpulan juara kelas di sekolah mereka sebelumnya. silahkan tanya! juara olimpiade fisika? ADA. astronomi? ADA kimia? ADA. matematika? ADA apalagi berbagai ajang kesenian dan olah raga. SUDAH JELAS ADA. perasaan pertama yang muncul saat itu adalah Minder. krisis percaya diri. kecongkakanku saat SD yang slalu juara kelas tiba2 lenyap begitu saja. tapi aku bersyukur karena orang2 di sekelilingku tak hanya pintar tapi juga luar biasa. mereka yang membangun kembali rasa percaya diriku. dari dulu aku hanya suka menulis. this is my hobby. karna itu tak pernah terlintas dipikiranku untuk menerbitkan tulisanku. tapi justru teman-temanku mempercayaiku lebih dari aku mempercayai kemampuanku sendiri. setiap ada lomba menulis temanku selalu mendorongku untuk maju. dan kepercayaan mereka padaku lah yang akhirnya membuatku meraih beberapa lomba kepenulisan. (Yeeeyyy.. hehe) tapi kesuksesan dan janji kehidupan yang harus kita kejar membuat kita terpisah di berbagai daerah. dan setelah sekian lama kabar baik itu tiba. 1. guru fisika ku saat SMP mendapatkan penghargaan sebagai guru terbaik dan penelitiannya menjadi penelitian terbaik tahun ini. 2. sahabatku yang bijak ini mendapatkan beasiswa S1 - S2 unpad dan bisa memilih melanjutkan s3 nya antara jepang dan belanda. FREE.. hehe (sedikit bocoran IPK nya 3,99. saatnya bilang Huwaaaahhhh. haha) 3. sahabatku yang satu ini selalu mengajakku berjalan beriringan menuju kesuksesan. karna janjinya takkan meninggalkan sahabat di belakang. ia juga luar biasa. tak cukup dengan selalu menjadi juara umum, setelah lulus dari Universitas Pendidikan Indonesia dengan IPK yang hampir sempurna, saat ini ia tengah mengabdi untuk negeri. memperbaiki kualitas generasi bangsa dengan mendidik anak-anak aceh timur.NGIRIIII.. hihi 4. sahabatku yang cantik ini juga lulus dengan IPK cumlaude dan mendapatkan tawaran s2 dari kampusnya. sudah punya calon pula. fotonya ampe ada lagi berdua pake toga. haha mmmm.. sepertinya terlalu panjang kalau harus diceritakan semua. apalagi setelah aku masuk dunia perkuliahan. semakin banyak saja orang hebat yang kutemukan. adikku pernah bilang setiap kali berbicara kesuksesan, aku selalu bercerita teman, teman, dan teman. aku nya kapan? sempat jadi pikiran. karna jika dibandingkan... apa dari diriku yang bisa kuceritakan? itu yang selalu jadi pertanyaan. seperti sebuah keluhan memang.. namun pemahaman itu akhirnya tertanam. aku akan mendahulukan apa yang bisa aku lakukan, daripada menyesali apa yang tak bisa aku lakukan. kehidupanku tumbuh karna tindakanku, bukan karena keluhanku setiap harinya aku akan lebih bertindak. tindakan terdengar lebih keras dibandingkan keluhan yang diteriakan. sampai sekarang aku masih menulis kawan. tak banyak memang. hanya mengikuti imajinasi yang datang. dan hobby ini juga yang membuatku mendapat kesempatan menjadi salah satu dari tim jurnalis kemanusiaan di ACT. (lumayan bisa megang kamera gratis. hehe). aku juga berharap menjadi orang yang berarti. karena itu aku bergabung dengan GEMABI (gerakan menuju anak baik indonesia). mencoba berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan anak-anak indonesia yang rata-rata tak berani bermimpi karna kondisi. yaa.. meskipun lebih sering anak-anak itu yang justru memberiku pelajaran dan pemahaman diri. hehe dulu pernah ada sebuah tebakan, "mengapa jarum jam tak pernah berhenti berputar?" jawabannya... adalah... eng eing eng.. (ala Fitri tropica. hehe) "karena ia nyari angka 13." kurasa akulah jarum jam itu. dan orang2 hebat di sekelilingku adalah angka 13. terima kasih! karena membuatku tak pernah berhenti bergerak maju. keberhasilan kalian selalu jadi motivasi dan dorongan terbaik untukku. kuharap tidak terlambat, sampai saatnya nanti, sesuai janji. kita akan bertemu kembali saat kita telah menjadi orang yang sukses dan berarti. terima kasih pada Tuhan sudah jauh jauh hari aku sampaikan. ucapan syukur karena telah membuatku tercemplung ke dunia orang-orang hebat seperti kalian. ^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

AKU TAK INGIN JADI GURU

orang di sekitarku selalu berkata guru adalah profesi terbaik untuk seorang perempuan... karna kita bisa mengatur waktu antara kapan kita mengajar, dan kapan kita menjadi seorang istri yang baik jika kita sudah menikah nanti. tapi rasanya saat ini aku kurang setuju. hari ini sudah dua minggu aku melakukan praktek mengajar di salah satu SMA negeri yang ada di tangerang Selatan. percaya atau tidak, ternyata waktuku lebih banyak kuhabiskan di sekolah... aku berangkat pukul enam pagi dan pulang dengan lusuh pukul enam sore. seorang guru di SMA tersebut pun pernah bercerita padaku bahwa beliau jarang bertemu dengan putrinya. karena saat beliau berangkat, sang putri belum bertemu dengan pangeran yang mampu membangunkannya.. dan saat beliau pulang.. sang putri telah kembali ke alam mimpi. jadi seperti itukah keteraturan waktu kita saat menjadi seorang guru?? aku rasa tidak..



lalu apa sebenarnya yang menjadi motivasi seseorang menjadi guru?? bahkan tak sedikit orang yang memilih pergi dan tinggal di pedalaman hanya uuntuk memberikan sedikit pelajaran. pernyataan dan pertanyaanku sudah jelas terlihat bahwa aku bukanlah orang yang menyukai dunia mengajar. aku selalu merasa yang berhak menjadi guru hanyalah orang-orang yang benar-benar sangat pintar dan menguasai begitu banyak hal. karna jika tidak, itu hanya akan menjadi kesempatan untuk membuat seseorang mendapatkan suatu pelajaran yang salah dan akhirnya menciptakan hasil yang jauh lebih buruk dari kita. Aku bukanlah orang yang pintar.. maka tak pernah terlintas di pikiranku untuk menjadi seorang guru. maka dari itu, pertanyaan yang tertulis di benakku sangat ingin ku ketahui jawabannya. layaknya saat al-Quran turun secara berangsur-angsur.. aku pun mendapatkan jawaban dari pertanyaanku secara kredit.



Hari pertama aku mengajar

mata berbinar-binar. entah karna terlalu bahagia atau hendak berurai air mata. yang pasti aku tegang luar biasa.. sejak pagi aku terus saja membaca materi yang akan ku ajarkan dan tak henti-hentinya mondar mandir di ruang guru hinggamembuat beberapa guru berkomentar tentang tingkah lakuku... begitu banyak perasaan yang menumpuk. takut salah, bingung menyampaikan, takut tak dihargai, sampai ingin terlihat sempurna karena proses pembelajaran di saksikan oleh sang guru pamong. semua perasaan yang justru selalu membuat seseorang tak mampu melakukan sesuatu dengan maksimal. kuputuskan untuk menghadap Tuhanku sesaat sebelum aku memasuki kelas dan melihat tatapan penuh tanya dari seluruh siswa.

hasilnya... kelasku penuh dengan kegaduhan.



Hari kedua mengajar

melihat begitu aktifnya siswa yang kuhadapi, kuputuskan untuk membuat sebuah permainan.. setiap anak ku bagi menjadi beberapa kelompok dan kuminta menjawab sebuah soal yang mereka pilih secara acak. dan yang mampu menjawabnya dengan benar, ia akan mendapatkan satu batang coklat.

hasilnya... sebuah diskusi indah yang terkendalikan.



seiring berjalannya waktu.. akhirnya dua minggu ku di sekolah tersebut menjadi dua minggu yang begitu indah. kalian tau sendir, awalnya aku tak pernah bercita-cita menjadi seorang guru... tapi saat kita mampu mengendalikan kelas, membuat siswa memahami apa yang kita sampaikan, hingga membuat siswa mau mempelajari apa yang sebelumnya tak ia mengerti, itu adalah suatu kebahagiaan yang teramat luar biasa... aku masih ingat bagaimana perasaanku saat beberapa siswaku mengirim sebaris kalimat pendek berisikan ucapan terima kasih karna aku mengajari mereka. Aahh.. sampai hari inipun senyum karna ucapan itu masih ada.



dua minggu yang masih menjadi sebuah awal membuatku mengerti bahwa guru bukan sebuah pilihan dari pikiran, melainkan dari hati. karna sejuta kebahagiaan yang akan kita dapatkan dari proses kita mengajar, adalah sesuatu yang hanya dapat dirasakan hati. walaupun awalnya aku adalah seseorang yang tak pernah suka menjadi seorang guru, tapi sekarang aku mengerti

Mengajar bukan profesi. Mengajar adalah kegemaran

Aku telah mencapai sebuah kesimpulan yang menakutkan bahwa aku

adalah unsur penentu di dalam kelas.

Pendekatan pribadikulah yang menciptakan iklimnya

Suasana hatikulah yang membuat cuacanya.

Sebagai seorang Guru, aku memiliki kekuatan yang sangat besar

untuk membuat hidup seseorang menderita atau gembira.

Aku bisa menjadi alat penyiksa atau pemberi ilham,

bisa bercanda atau mempermalukan,

melukai atau menyembuhkan.

Dalam semua situasi, reaksikulah yang menentukan

apakah sebuah krisis akan memuncak atau mereda

dan apakah seseorang akan diperlakukan sebagai manusia atau direndahkan.





*untuk engkau yang masih merasa menjadi seorang mahasiswa keguruan adalah sebuah kesalahan, dan untuk engkau yang masih merasa mengajar di kelas adalah satu hal yang tidak menyenangkan. renungi ceritaku! dan kuharap, engkau akan mendapatkan satu kesimpulan indah seperti yang kudapatkan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Syukurku akan Happy Class

Bismillah...

doa terbaik yang sering diucapkan oleh Rasulullah dan menjadi doa terbaik kita dulu dan sekarang (kaya iklan. Hehe)





Alhamdulillah...

segala puji bagi Engkau y Allah, yang telah memenuhi hidupku dengan malaikat2 yang selalu membuatku lebih baik. Mereka yang dengan hatinya mau menjadi sahabat orang sepertiku.



Subhanallah...

maha suci Engkau y Allah yang telah menundukkan kami agar kami tak lupa akan segala masa lalu yang pernah kami lewati. sungguh! selama kami bersama mencari setiap tetes ilmu yang Engkau punya, menjadi perjalanan yang berbatu ( salx jalanx rusak. hehe).

tapi dengan cara itulah Engkau membuat hati kami terpaut begitu dekat.



Astagfirullah......

maaf jika sekirax tujuan kami bersaudara belum karena Engkau. bahkan mungkin kami lebih sering melupakan Engkau untuk urusan kami sendiri.

tapi kami mohon, bimbing kami agar kami tidak termasuk hamba Engkau yang bercerai berai. ( kami bukan artis soalx)… kemarin aja, waktu Engkau uji kami dengan sebuah perpisahan kecil, kami sudah protes. hehe



Sahabat! Itu sebagian doa syukurku pada Tuhan. Sebenarnya gak mau di publish, tapi aku bosen. tiap kali cerita tentang kalian, pasti ujung-ujungnya pendengarnya bilang, “De, bersyukurlah punya temen2 yang begitu baik….”

Yah! Aku memang pantas untuk bersyukur. Bahkan terkadang aku selalu berpikir “Apa Tuhan tak terlalu berlebihan memperlakukanku sebagai hambaNya? Karena begitu baiknya Dia memberiku sahabat-sahabat terbaik.”



Sahabat! 24jam pernah kita lalui bersama.



buatku kalian seperti pagi yang mengajarkanku tentang semangat dan keyakinan. Semangat k'mamduh yang slalu datang untuk mengajarkan kita berbagai ilmu. saking semangatnya, ampe kelas kita jarang banget belajar sama pengajar yang lain. k'mamduh mulu...haha

Materi pertama kita di kahfi yang akhirnya membuatku selalu menanmkan keyakinan dalam hati. Dan salah satu bukti keyakinan itu adalah waktu kita menyisihkan sebagian milik kita untuk saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan. Keyakinan akan sebuah pernyataan “saat kita memberi apa yang kita punya, Tuhan akan membalasnya dengan berlipat-lipat ganda.” Buktinya setelah acara itu, kita langsung makan gratis di rumah mama syihab. Hehe.. (makasih mah..).



Kalian seperti siang yang mengajarkanku tentang perjuangan dan ketegaran. Inget perjuangan k’angga, k’titin n k’bintari menyusuri hutan pinus jam 2 malem. Inget perjuangan k’gusman yang selalu baik hati dan rela kosannya diberantakin. inget perjuangan rozikin yang ampe nginep karna takut ketinggalan ke GB. inget perjuangan anak2 cowo yang dengan rela hati antar jemput anak cewex. Inget perjuangan Erik and syihab buat ngerjain orang2 yang ulang tahun. Inget perjuangan k’fikar yang selalu bela-belain datang buat acara kita. Inget perjuangan temen2 yang lain yang batalin acara demi bisa kumpul. Pokoknya banyak deh…yang paling inget... perjuangan erik dorong2 motor tengah malem krna banx bocor. haha... sumpah! kalian tuh gak bisa dilupain...



Kalian seperti sore yang mengajarkanku tentang hikmah atas kisah hari ini. Kalian yang mengajarkanku untuk tak mengeluh dengan kondisi apapun. Kalian yang mengajarkanku bahwa akan selalu ada kebahagiaan di ujung sana kalau kita mau menunggunya. Dan kalian yang mengajarkanku untuk tetap tersenyum. Dan perpisahan kelas kita juga yang akhirnya memberi sebuah hikmah bahwa kita begitu dekat.



Dan buatku kalian seperti malam, dimana aku dalam peluknya, tempat aku bercerita tentang suka, duka, getir, lara, dan menyusun rencana esok hari. Dipangkuannyalah aku lepaskan segala penat. Kalian selalu membuatku tertawa setiap kali kita bersama. and makasih buat perhatiannya pas de2 sakit. sebenarnya dede paling gak mau dilihat orang pas lagi sakit... tapi perhatian dari kalian bikin dede jatuh cinta. hahah..dan buat k’mamduh,,, makasih udah mau dengerin curhatan dede n ngasih komentar. Jangan bilang2 ama yang lain ya kak. Hehe… doain aja moga masalahnya selesai dengan baik. ^_^



Terakhir! Tolong jangan nilai tulisan ini dari bahasa n EYD-nya, soalnya pasti nilainya merah. Tapi aku tulis ini dari hati. Maka nilailah pake hati. Makasih kawan… Love you all.. setiap kenangan bersama kalian selalu terekam sampai kapanpun. ^_^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Kepada jodohku di masa depan


Assalamualaikum Wr.Wb

Jodohku! Bagaimana kabarmu hari ini? O ya, kau tahu? Hari ini aku cemburu luar biasa. Tadi pagi aku melihat seorang perempuan yang kepalanya diusap dengan begitu lembut oleh seorang laki-laki dan siangnya aku melihat perempuan tertidur dengan begitu lelapnya dipundak laki-laki di sampingnya. Aku tak tahu mereka mahram atau bukan. Tapi yang pasti, dua hal itu yang sejak dulu selalu membuatku cemburu tak berkesudahan. Melihat semua itu hampir saja terbersit dalam pikiranku ingin berpacaran. Tapi tenang jodohku! Aku akan tetap memegang prinsipku untuk menjadikanmu yang pertama dan yang terakhir. Tapi kau harus janji saat kita menikah nanti kau harus mengusap kepalaku dengan penuh sayang setiap hari dan kau juga harus memperbolehkan aku tidur dipundakmu. Aduh jadi malu! Belum apa-apa ngomongnya udah nikah aja. Padahal rupamu saja aku belum tahu benar. Hehe... apa kau tampan jodohku? Kalau disamain sama artis kamu mirip siapa? Justin beiber? Apa artis korea? Hehe. Tapi kau tenang saja jodohku! Aku bukan orang yang melihat rupamu. Aku akan lebih bahagia jika hatimu jauh lebih tampan. Karena jodoh itu adalah saat hati kita disatukan oleh Tuhan. Bukan saat rupa kita disatukan. Tapi aku benar-benar penasaran seperti apa dirimu. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Apakah kau seperti apa yang aku minta dari Tuhanku? Karena percaya atau tidak dulu aku pernah meminta pada Tuhan mengirimkan jodohku seperti yang aku inginkan. Baik, punya suara bagus dan pandai membaca Alquran, tak perlu romantis tapi harus pengertian, tak perlu kaya tapi wajib punya tanggung jawab.

Jodohku! Di suratku ini, aku ingin bercerita banyak padamu. Kau tahu jodohku? Bagaimana panjangnya perjalananku untuk mencarimu selama ini? Perjalananku seperti nabi Ibrahim saat beliau mencari Tuhan. Dalam perjalanan ini aku bertemu dengan banyak laki-laki. Dalam hitungan beberapa langkah perjalanan hidupku aku bertemu dengan seorang laki-laki. Ia seperti bintang, jodohku. Ia sangat pintar, bahkan kepintarannya itu membuat ia menjadi begitu terkenal di lingkungannya. Banyak loh jodohku, yang nitip salam buat dia padaku. Tapi tiba-tiba saja ia berubah. Ia pergi tanpa pamit dan tanpa mengucapkan apapun. Sejak saat itu, tiap malam sang bintang tak pernah muncul. Apa semua itu karena tata surya terus berkembang jodohku? Hingga ia menjadi semakin jauh dariku. Entahlah jodohku. Aku sendiri bingung. Kuputuskan saja untuk melanjutkan perjalananku. Saat putaran jam yang entah keberapa kalinya aku bertemu dengan bulan. Ia pria yang sangat baik, jodohku. Ia selalu ada saat aku butuhkan. Bahkan terkadang ia rela menemaniku hingga pukul dua pagi jika aku tak mampu tidur. Kau tahu sendiri kan aku kayak gimana. Insomniaku belum bisa sembuh sampai saat ini. Tapi laki-laki itu mau mendengarkan ceritaku dengan baik tiap aku tak tidur. Bahkan ia selalu memberi saran setiap kali aku dihadapkan dengan sebuah masalah. Agh... saat itu aku berharap ia itu engakau jodohku. Tapi sepertinya bulan itu mulai mengikuti bintang untuk pergi. Tapi aku bersyukur karena ia masih bersikap baik padaku. Atau mungkin memang ia selalu bersikap baik untuk semua orang? Entahlah.

Sejak aku kehilangan untuk kedua kalinya aku semakin khawatir, jodohku. Mengapa engkau tak kunjung datang? Tidakkah engkau ingin bertemu denganku? Masih banyak pertanyaan dalam otakku tentang kapan engkau datang. Dalam kekhawatiranku inilah aku bertemu dengan matahari. Ia yang mengobati kekhawatiranku. Ia pria yang luar biasa, jodohku. Pria yang mengajarkan aku untuk selalu berbagi dalam hidup. Kau tahu jodohku? Ada satu kalimat darinya yang tak bisa aku lupakan. Ia pernah bilang sama aku “kaya, pintar, cantik/tampan tidaklah cukup jika kita masih hidup untuk diri kita sendiri.” Indah bukan kalimat itu jodohku? Kalimat itu yang membuatku tak lagi melihat seseorang dari harta, rupa serta kecerdasan yang mereka miliki. Tapi terlebih pada bagaimana hati mereka membuat segala nikmat Tuhan itu indah. Maaf jodohku, sampai saat ini aku belum mampu melupakan ia. Padahal ia juga sudah pergi meski kepergiannya tak seperti yang lain. Ia telah dijemput Tuhan, jodohku. Kurasa Tuhan terlalu menyayanginya dan ia memang pantas untuk disayangi. Sedih rasanya aku saat itu. Tapi akhirnmya Tuhan menyadarkanku. Di sepertiga malam Tuhan memberitahuku bahwa bukan ia yang Tuhan kirim untukku. Aku bingung. Lalu seperti apa kau, jodohku? Mengapa pria luar biasa seperti ia tak ditakdirkan Tuhan menjadi jodohku? Lalu Tuhan memberitahuku lewat sebuah ayat “sesunngguhnya wanita yang baik itu hanya untuk laki-laki yang baik. Begitupun sebaliknya. Laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik.” Akhirnya aku putuskan untuk berhenti menduga-duga. Aku akan menunggumu saja, jodohku. Aku yakin kau laki-laki yang jauh lebih luar biasa dibandingkan bintang, bulan, bahkan matahari.

Tapi kapan engkau datang, jodohku? Jangan- jangan kau baca dream mappingku. Jadi kau putuskan untuk datang di usia itu. Rasanya memang seperti itu. Baiklah! Akan kutunggu saat dimana kau akan datang. Tak perlu kau datang membawa makanan dan buah-buahan. Cukuplah kau datang membawa lingkaran kecil untuk jariku.

Aduh, maaf jodohku. Tapi saat ini aku memang ingin bercerita banyak. Kamu tahu semua sifat burukku kan? Hari ini sifat itu muncul. Tadi aku berdebat lagi dengan temanku. Masalah yang sepele sebenarnya. Cuma debat masalah nyepi itu seperti apa. Tapi tetap saja aku tak ingin berhenti. Ah! Sulit ternyata menghilangkan sifat keras kepala ini. Selalu saja ada perasaan tak puas jika aku tak menang. Jadi ingat masa kecilku. Waktu itu peringatan kemerdekaan dan aku ikut lomba balap karung. Kau tahu? Ditengah perjalanan aku jatuh dan kalah. Aku tak bisa menerima itu dan aku menangis sejadi-jadinya. Keluargaku tak bisa membiarkan aku seperti itu dan merekapun menyiapkan sebuah hadiah untukku, sampai di akhir acara panitia memanggil namaku sebagai pemenang dan memberikan hadiah yang dibuat oleh pamanku sendiri. Rasanya sudah banyak orang yang muak dengan sikap burukku yang satu ini. Tapi aku yakin kau mampu bertahan bahkan kau mampu merubahku menjadi lebih baik. Karena itu Tuhan mengirimmu untuk jadi jodohku. Karena Tuhan itu selalu tahu yang terbaik untuk hambaNya.

O ya, saat ini aku tengah ada masalah, jodohku. Masalah ini bukan Cuma jadi masalahku. Tapi akan menjadi masalah banyak orang. Sebenarnya aku ingin sekali cerita. Tapi aku udah janji kalau masalah ini jangan sampai didengar orang. Semoga ada jalan keluar untuk permasalahan ini. Saat ini aku dan teman-temanku pun tengah berusaha menyelesaikannya. Alhamdulillah ada orang yang begitu kreatif menyumbangkan ide cemerlangnya. Kuharap cara ini berhasil. Kamu doakan aku saja ya jodohku. Moga aja semakin banyak doa, harapan kita akan terwujud.
Sepertinya aku udah kebanyakan cerita. Udah dulu yah, jodohku! Udah malem juga. Asal kau tahu saja, aku nulis surat ini jam 12 malem. Hehe. Aku bingung harus nutup surat ini dengan apa. Aku tulis lirik lagu afgan aja yah jodohku.

Bawalah pergi cintaku
Pada ke mana pun kau mau
Jadikan temanmu
Temanmu paling kau cinta
Di sini ku pun begitu
Trus cintaimu di hidupku
Di dalam hatiku
Sampai waktu yang pertemukan
Kita nanti

Jangan GR loh jodohku. Lirik itu bukan sengaja aku tulis. Aku Cuma kebetulan aja lagi denger lagu itu. Hehe. Sudah yah! Aku mau tidur. Met malem jodohku. Jangan dulu ketemu di mimpi yah... biar aku tambah penasaran seperti apa kamu itu. Oke?

Assalamualaikum Wr.Wb

Dari calon pemilik hatimu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS